هَلْ
لِلْجِنِّ أَسْمَاءُ أُخْرٰى؟
Apakah
jin memiliki nama lain?
نَعَمْ.
لِلْجِنِّ عِدَّةُ أَسْمَاءَ عِنْدَ أَهْلِ الْكَلَامِ وَالْعِلْمِ بِاللُّغَةِ
الْعَرَبِيَّةِ، نَذْكُرُ مِنْهَا:
(جِنِّيٌّ)
إِذَا أَرَادَ الْعَرَبُ الْجِنَّ خَالِصًا.
(عَامِرٌ)
إِذَا أَرَادُوْا أَنَّهُ مِمَّا يَسْكُنُ مَعَ النَّاسِ.
(شَيْطَانٌ)
إِذَا خَبُثَ وَأَصْبَحَ شِرِّيْرًا.
(أَرْوَاحٌ)
إِنْ كانَ مِمَّا يَعْرِضُ لِلصِّبْيَانِ.
(عِفْرِيْتٌ)
إِنْ زَادَ أَمْرُهُ عَلَى ذٰلِكَ وَقَوِيَ شَأْنُهُ وَعَظُمَتْ قُدْرَتُهُ.
Ya. Jin memiliki beberapa nama dalam
bahasa Arab menurut para ahli bahasa dan ilmu pengetahuan, di antaranya:
·
(Jinni)
ketika orang Arab menginginkan makna jin yang murni.
·
(Amir)
ketika mereka menghendaki bahwa ia adalah bagian dari yang tinggal bersama
manusia.
·
(Syaitan)
ketika ia menjadi jahat dan berubah menjadi makhluk yang buruk.
·
(Arwah)
jika ia termasuk yang mengganggu anak-anak.
·
(Ifrit)
jika tingkatannya melebihi itu dan semakin kuat kedudukannya serta besar
kemampuannya.
وَقَدْ
يَسْأَلُ سَائِلٌ: لِمَاذَا سَمَّوْا جِنًّا؟
Dan mungkin ada yang bertanya: Mengapa
mereka disebut "Jinn"?
اَلْجَوَابُ:
سَمَّوْا جِنًّا لِاجْتِنَانِهِمْ، أَيِ اسْتِتَارِهِمْ عَنِ الْعُيُوْنِ، قَالَ
تَعَالٰى: إِنَّهُ يَراكُمْ هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ. سُوْرَةُ
الْأَعْرافِ الْآيَةُ ٢٧.
Jawabannya: Mereka disebut "Jinn"
karena mereka "ijtinān", yaitu tersembunyi dari pandangan
mata. Alloh Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya dia (syaitan) dan
pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa
melihat mereka." (QS. Al-A'rof: 27).
(QS. Al-A'rof: 27).
هَلْ
لِلْجِنِّ قُدْرَةٌ عَلَى التَّشَكُّلِ؟
Apakah
jin memiliki kemampuan untuk berubah wujud?
لَدَى
الْجِنِّ قُدْرَةٌ كَبِيْرَةٌ عَلَى التَّشَكُّلِ وَالتَّصَوُّرِ، فَقَدْ
يَتَصَوَّرُوْنَ فِيْ صُوَرِ الْحَيَّاتِ وَالْعَقَارِبِ، وَفِيْ صُوَرِ الْخَيْلِ
وَالْبَقَرِ وَالْإِبِلِ وَالْغَنَمِ، وَفِيْ صُوَرِ الطَّيْرِ. بَلْ لَدَيْهِمْ
الْقُدْرَةُ عَلَى الظُّهُوْرِ فِيْ صُوَرِ بَنِيْ آدَمَ. وَقَدْ جَاءَتِ
الْأَخْبَارُ الَّتِيْ تُؤَيِّدُ هٰذَا:
Jin memiliki kemampuan besar untuk
berubah dan menyerupai wujud. Mereka dapat menampakkan diri dalam bentuk ular
dan kalajengking, dalam bentuk kuda, sapi, unta, dan kambing, serta dalam
bentuk burung. Bahkan mereka memiliki kemampuan untuk muncul dalam wujud
manusia. Telah ada riwayat-riwayat yang mendukung hal ini:
رُوِيَ
أَنَّ الشَّيْطَانَ تَصَوَّرَ فِيْ صُوْرَةِ شَيْخٍ نَجْدِيٍّ لَمَّا اجْتَمَعُوْا
بِدَارِ النَّدْوَةِ لِلتَّشَاوُرِ فِيْ أَمْرِ الرَّسُوْلِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: هَلْ يَقْتُلُوْنَهُ أَوْ يَحْبِسُوْنَهُ أَوْ يُخْرِجُوْنَهُ،
فَاقْتَرَحَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ قَتْلَهُ.
Diriwayatkan bahwa setan menampakkan
diri dalam wujud seorang syekh bangsa Nejd ketika mereka berkumpul di Dārun
Nadwah untuk bermusyawarah mengenai urusan Rosululloh ﷺ: apakah mereka akan membunuhnya,
memenjarakannya, atau mengusirnya. Kemudian setan itu mengusulkan kepada mereka
untuk membunuhnya.
وَرَوٰى
مُسْلِمٌ عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: قالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ بِالْمَدِيْنَةِ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ قَدْ
أَسْلَمُوْا، فَمَنْ رَأٰى شَيْئًا مِنْ هٰذِهِ الْعَوامِرِ فَلْيُؤْذِنْهُ
ثَلاثًا، فَإِنْ بَدَا لَهُ بَعْدَ ذٰلِكَ فَلْيَقْتُلْهُ، فَإِنَّهُ شَيْطَانٌ».
Dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dari
Abu Sa'id al-Khudri, dia berkata: Rosululloh ﷺ: "Sesungguhnya di Madinah ada
sekelompok jin yang telah masuk Islam. Maka barangsiapa melihat sesuatu dari
'amir (jin yang tinggal bersama manusia) ini, hendaklah dia memberi peringatan
kepadanya [agar pergi] sebanyak tiga kali. Jika setelah itu dia (jin tersebut)
masih menampakkan diri, maka bunuhlah dia karena sesungguhnya dia adalah
setan."
________________________________________
📘 CATATAN:
Hadits ini menjelaskan bahwa di Kota
Madinah ada sekelompok jin yang telah memeluk Islam. Rosululloh ﷺ kemudian memberikan tuntunan khusus kepada
kaum muslimin dalam menghadapi fenomena penampakan makhluk gaib (jin) yang
tinggal di sekitar manusia, yang dalam hadits disebut sebagai 'awāmir (jamak
dari 'āmir).
Tuntunan khusus itu berupa perintah
untuk memberi peringatan tiga kali. Peringatan ini berfungsi sebagai "ujian"
untuk membedakan antara jin muslim yang baik dan setan (jin kafir atau jahat)
yang bermaksud menipu, menakuti, atau mengganggu manusia. Jin muslim yang taat,
ketika diperingatkan dengan nama Alloh atau perintah untuk pergi, akan segera
mematuhi karena takut kepada Alloh. Sebaliknya, setan akan tetap nekad dan
terus mengganggu.
Jika setelah tiga kali peringatan ia
masih menampakkan diri dan mengganggu, itu adalah bukti nyata bahwa niatnya
jahat dan ia menolak perintah Alloh. Dengan demikian, statusnya jelas
sebagai syaitan (pembangkang), dan tindakan membunuhnya (jika
wujudnya memungkinkan, seperti ular atau kalajengking) dibolehkan bahkan
dianjurkan untuk menghilangkan gangguan (daf'u ad-dhoror).
Meskipun yang tampak adalah wujud yang
menakutkan (misalnya ular, kelabang, atau kalajengking), ada kemungkinan ia
adalah jin muslim. Memberi peringatan adalah bentuk kehati-hatian (ihtiyath)
agar seorang muslim tidak sampai membunuh atau mengusir saudaranya sesama
muslim (jin yang beriman).
________________________________________
هَلِ
الْجِنُّ يَمُوْتُوْنَ؟
Apakah
jin bisa mati?
لَا
شَكَّ أَنَّ الْجِنَّ يَمُوْتُوْنَ، إِذْ هُمْ دَاخِلُوْنَ فِيْ قَوْلِهِ
تَعَالٰى: (كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ. وَيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ
وَالْإِكْرَامِ. فَبِاَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ) سُوْرَةُ الرَّحْمٰنِ
الْاَيَةُ ٢٦–٢٨.
Tentu saja, jin itu bisa mati. Mereka
termasuk ke dalam apa yang difirmankan Alloh Ta'ala: "Semua yang ada di
bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan
kemuliaan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rohman:
26-28). [Jadi, sama kayak kita, jin juga punya akhir hidupnya].
وَقَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ دُعَائِهِ: اَعُوْذُ بِعِزَّتِكَ
الَّذِيْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ، الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ، وَالْجِنُّ
وَالْاِنْسُ يَمُوْتُوْنَ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Nabi Muhammad ﷺ juga pernah berdoa dengan kalimat ini: "Aku berlindung
dengan keagungan-Mu, bahwa tiada Tuhan selain Engkau, Yang tidak akan mati,
sementara jin dan manusia pasti mati." (HR. Bukhari)
________________________________________
Jadi intinya: Iya, baik jin maupun manusia
sama-sama makhluk fana yang pasti mati. Hanya Alloh ﷻ saja yang Maha Kekal dan tidak akan pernah mati.
________________________________________
أَمَّا
كَمْ يَعِيْشُوْنَ، فَهٰذَا لَا نَعْلَمُ فِيْهِ إِلَّا مَا أَخْبَرَنَا اللهُ
بِشَأْنِ إِبْلِيْسَ أَنَّهُ سَيُنْظَرُ وَيَبْقٰى إِلٰى يَوْمِ الْقِيَامَةِ:
(قَالَ أَنْظِرْنِيْ إِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ. قَالَ إِنَّكَ مِنَ
الْمُنْظَرِيْنَ) سُوْرَةُ الْأَعْرَافِ الْآيَةُ ١٤–١٥.
Nah, soal berapa lama mereka hidup (berapa
lama umur mereka), kita nggak tahu pasti. Kita cuma dikasih tahu sama Alloh
tentang kasus khusus: Iblis (yang aslinya juga dari golongan jin) diberi
penangguhan umur sampai Hari Kiamat. Seperti dalam ayat ini: "Iblis
berkata: 'Beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Alloh
berfirman: 'Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.'" (QS.
Al-A'rof: 14-15)
________________________________________
Kesimpulannya: Umur jin pada umumnya nggak kita
ketahui rinciannya. Yang jelas, ada yang umurnya panjang banget—kayak Iblis
yang hidup sampai akhir zaman—tapi pada akhirnya mereka juga bakal mati.
________________________________________
فَهٰذِهِ
الْآيَةُ تَدُلُّ عَلَى أَنَّ هُنَاكَ مُنْظَرِيْنَ غَيْرَ إِبْلِيْسَ، وَلَيْسَ
فِي الْقُرْآنِ مَا يَدُلُّ عَلٰى أَنَّ الْمُنْظَرِيْنَ هُمُ الْجِنُّ كُلُّهُمْ،
فَيَحْتَمِلُ أَنْ يَكُوْنَ بَعْضُ الْجِنِّ مُنْظَرِيْنَ، وَأَمَّا كُلُّهُمْ
فَلَا دَلِيْلَ عَلَيْهِ.
Ayat ini menunjukkan kalau ternyata
ada sosok-sosok lain juga yang diberi penangguhan selain Iblis. Tapi, di dalam
Al-Qur'an nggak ada penjelasan kalau "semua" jin itu dapat jatah
hidup sampai kiamat. Jadi kemungkinannya gini:
- Ada beberapa
jin tertentu yang mungkin umurnya panjang banget (sampai kiamat).
- Tapi kalau
untuk semua jin, nggak ada dalil atau bukti kuat yang bilang
begitu. Mayoritas ya tetap meninggal seperti makhluk lainnya.
________________________________________
Kesimpulannya: Umur jin itu misterius, ada yang bisa
hidup ribuan tahun, tapi belum tentu semuanya. Yang pasti, mereka tetap makhluk
fana yang suatu hari akan mati juga. Iblis itu "kasus spesial",
sedangkan jin yang lain punya batas umur masing-masing yang rahasianya cuma
Tuhan yang tahu.
________________________________________
وَهُنَاكَ
أَخْبَارٌ تَدُلُّ عَلٰى مَوْتِهِمْ، مِنْهَا أَنَّ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيْدِ
قَتَلَ شَيْطَانَةَ الْعُزّٰى (الشَّجَرَةَ الَّتِيْ كَانَتْ تَعْبُدُهَا
الْعَرَبُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ)، وَأَنَّ صَحَابِيًّا قَتَلَ الْجِنِّيَّ الَّذِيْ
تَمَثَّلَ بِأَفْعٰى، وَغَيْرَ ذٰلِكَ.
Ada beberapa riwayat yang jadi bukti
kuat kalau jin memang bisa mati karena sebab tertentu. Contohnya:
- Kisah Kholid bin
Walid: Beliau
pernah memusnahkan setan perempuan (jin) penunggu pohon Uzza,
yaitu pohon yang disembah orang Arab zaman jahiliyah dulu.
- Kisah Sahabat
Nabi: Ada
juga cerita tentang seorang sahabat yang membunuh jin yang sedang menyamar
jadi ular.
- Dan masih banyak
lagi: Banyak
kejadian lain yang serupa yang menunjukkan mereka nggak kebal dari
kematian.
وَقَدْ
صَرَّحَ ابْنُ عَبَّاسٍ بِذٰلِكَ، وَأَنَّ إِبْلِيْسَ مَخْصُوْصٌ بِالْإِنْظَارِ.
Bahkan, sahabat Nabi yaitu Ibnu
Abbas (salah satu ahli tafsir terkemuka dari kalangan sahabat) juga
menegaskan hal ini. Beliau menyampaikan kalau cuma Iblis saja yang punya
"keistimewaan" buat hidup terus sampai kiamat (karena ditangguhkan).
________________________________________
Jadi, meskipun mereka punya kemampuan
berubah wujud (seperti jadi ular), mereka tetap punya fisik yang bisa terluka
dan akhirnya mati.
________________________________________
Sumber: Kitab Alamul Jin (عَالَمُ الْجِنِّ) karya KH. Ahmad Yasin Asymuni, halaman 7-9; Pethuk Semen Kediri.
No comments:
Post a Comment
Yuk kita saling berkomentar dengan baik dan sopan untuk menumbuhkan ukhuwah dan silaturahmi sesama sahabat blogger. Terima Kasih.
Bagi yang mau berdonasi bisa melalui rekening berikut:
Nama Bank: SeaBank
Kode Bank: 535
No. Rekening: 901680010448
Atas Nama: Shofwatur Rohman