Wednesday, March 25, 2026

Terjemah Nuruzh Zholam Bag.1

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Dengan [menyebut] Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dengan kearifan dan memuliakan mereka berupa limpahan anugerah-Nya dengan melihat-Nya di surga.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلٰى عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ بِالْعِرْفَانِ وَأَكْرَمَهُمْ مِنْ مَزِيْدِ فَضْلِهِ بِرُؤْيَتِهِ فِي الْجِنَانِ
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh, Yang Merajai lagi Maha Mengetahui, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya penghulu kita Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya pemilik maqom tertinggi.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْعَلَّامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ أَعْلَى الْمَقَامِ
Sholawat dan salam semoga tecurah kepada orang yang diutus-Nya sebagai rahmat bagi seluruh manusia, sebab seandainya ia [Muhammad] tidak ada, maka pastilah tingkah laku manusia lebih buruk dari pada hewan, dan atas keluarganya yang baik-baik [perbuatannya] lagi mulia, atas para sahabatnya yang menjadi lampu-lampu kegelapan [petunjuk] dan para pengikut mereka dengan berbuat baik sampai pada hari dimana semua anggota tubuh [dapat] berbicara dan lisan menjadi bisu,
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى مَنْ أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْأَنَامِ إِذْ لَوْ لَاهُ لَكَانَتْ أَحْوَالُهُمْ أَقْبَحَ مِنَ الْأَنْعَامِ وَعَلٰى آلِهِ الْبَرَرَةِ الْكِرَامِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحِ الظَّلَامِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمٍ تَنْطِقُ فِيْهِ جَمِيْعُ الْأَعْضَاءِ وَيَبْكُمُ فِيْهِ اللِّسَانُ
dengan kesejahteraan dan keselamatan yang selamanya langgeng sepanjang waktu dan masa.
صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ مَا دَامَتِ الْأَوْقَاتُ وَالْأَزْمَانُ
(Adapun setelah itu) maka berkata al Faqir [orang yang membutuhkan] ampunan Yang Maha Mulia lagi Perkasa karena banyaknya dosa, yaitu Muhammad Nawawie as Syafi'iy [pengikut mazhab Syafi'i]: "Ini adalah kitab syarah [penjelasan] yang tinggi nilainya dan seberkas yang indah [pembahasannya] atas kitab nazhom yang terkenal dengan sebutan 'Aqidatul 'Awam yang ditulis oleh as Syaikh al 'Alim al Laudza'i as Sayyid Ahmad al Marzuqi al Malikiy [bermadzhab Maliki].
﴿أَمَّا بَعْدُ﴾ فَيَقُوْلُ الْفَقِيْرُ لِغُفْرَانِ الْعَزِيْزِ الْجَبَّارِ لِكَثْرَةِ الذُّنُوْبِ وَالْأَوْزَارِ مُحَمَّدٌ نَوَوِيُّ الشَّافِعِيُّ هٰذَا شَرْحٌ مُنِيْفٌ وَفَتْقٌ ظَرِيْفٌ عَلَى الْمَنْظُوْمَةِ الْمُلَقَّبَةِ بِعَقِيْدَةِ الْعَوَامِّ لِلشَّيْخِ الْعَالِمِ اللَّوْدَعِيِّ السَّيِّدِ أَحْمَدَ الْمَرْزُوْقِيِّ الْمَالِكِيِّ
(Aku beri nama kitab ini Nuruzh Zholam [Penerang kegelapan]) pada keyakinan orang-orang awam, tujuanku semoga kitab ini dapat memberikan manfaat bagiku dan bagi orang yang sepertiku, yaitu pelajar pemula, sekalipun aku bukan orang yang pantas [ahli] untuk hal itu [mendapat manfaat]. Semoga Allah memberikan manfaat [lewat kitab ini] kepada setiap orang yang berjalan menuju akhirat [sālik].
(وَسَمَّيْتُهُ نُوْرَ الظَّلَامِ) عَلٰى عَقِيْدَةِ الْعَوَامِّ وَقَصْدِيْ بِهِ النَّفْعُ لِيْ وَلِمِثْلِيْ مِنَ الْمُبْتَدِئِيْنَ وَإِنْ كُنْتُ لَسْتُ أَهْلًا لِذٰلِكَ نَفَعَ اللهُ بِهِ كُلَّ سَالِكٍ
(Ketahuilah) bahwa sesungguhnya sebab [asal mula] kitab nazhom ini adalah Nazhim [Syekh Ahmad Marzuqi] bermimpi bertemu Nabi SAW di penghujung malam Jum'at, pada Jum'at pertama di bulan Rajab, hari ke enam tahun 1258 H, sedangkan para sahabat RA berdiri di sekelilingnya.
(اِعْلَمْ) أَنَّ سَبَبَ هٰذِهِ الْمَنْظُوْمَةِ أَنَّ النَّاظِمَ رَأَى النَّبِيَّ ﷺ فِي الْمَنَامِ آخِرَ لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ مِنْ أَوَّلِ جُمُعَةٍ مِنْ شَهْرِ رَجَبٍ سَادِسَ يَوْمٍ حِسَابًا مِنْ شُهُوْرِ سَنَةِ أَلْفٍ وَمِائَتَيْنِ وَثَمَانٍ وَخَمْسِيْنَ سَنَةً وَأَصْحَابُهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَاقِفُوْنَ حَوْلَهُ
Nabi SAW bersabda kepada Syekh Ahmad Marzuqi: "Bacalah nazhom-nazhom tauhid, karena barang siapa menghafalnya, maka ia masuk surga dan bisa menggapai tujuan dari setiap kebaikan, yang sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah".
وَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ اِقْرَأْ مَنْظُوْمَةَ التَّوْحِيْدِ الَّتِيْ مَنْ حَفِظَهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَنَالَ الْمَقْصُوْدَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ وَافَقَ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ
Lalu Syekh Ahmad Marzuqi bertanya kepada Nabi: "Apa nazhom-nazhom itu, wahai Rosululloh?"
Para sahabat berkata kepadanya: "Dengarkan dari Rosululloh apa yang beliau sabdakan".
فَقَالَ لَهُ وَمَا تِلْكَ الْمَنْظُوْمَةُ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَقَالَ الْأَصْحَابُ لَهُ اِسْمَعْ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ مَا يَقُوْلُ
Lalu Rosululloh SAW bersabda: "Ucapkan olehmu: Aku memulainya dengan menyebut nama Alloh dan Yang Maha Pengasih ۞"
فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ قُلْ: أَبْدَأُ بِاسْمِ اللهِ وَالرَّحْمٰنِ ۞
Maka Nazhim berkata: "Aku memulainya dengan menyebut nama Allah dan Yang Maha Pengasih, sampai akhir nazhom, yaitu ucapannya [syairnya]:"

Mushaf Nabi Ibrohim dan nabi Musa itu ۞ di dalamnya terdapat Kalam Allah Yang Maha Menghukumi dan Maha Tahu.
فَقَالَ أَبْدَأُ بِاسْمِ اللهِ وَالرَّحْمٰنِ إِلٰى آخِرِهَا وَهُوَ قَوْلُهُ

وَصُحُفُ الْخَلِيْلِ وَالْكَلِيْمِ ۞ فِيْهَا كَلَامُ الْحَكَمِ الْعَلِيْمِ
Sedangkan Rosululloh SAW mendengarkannya.

Tatkala Syekh Ahmad Marzuqi terjaga dari tidurnya, beliau membaca apa yang dilihat dalam mimpinya, maka beliau dapatkan nazhom-nazhom itu terhafalkan dalam dirinya dari awal sampai akhir.
وَرَسُوْلُ اللهِ ﷺ يَسْمَعُهُ فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَرَأَ مَا رَآهُ فِيْ مَنَامِهِ فَوَجَدَهُ مَحْفُوْظًا عِنْدَهُ مِنْ أَوَّلِهِ إِلٰى آخِرِهِ
Kemudian ketika datang malam Jum'at, yaitu malam ke 28, hitungan dari bulan Dzulqo'dah, Nazhim [Syekh Ahmad Marzuqi] melihat Nabi SAW untuk kedua kalinya di waktu sahur di dalam mimpi.
ثُمَّ لَمَّا كَانَتْ لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ الَّتِيْ هِيَ لَيْلَةُ الثَّامِنِ وَالْعِشْرِيْنَ حِسَابًا مِنْ شَهْرِ ذِي الْقَعْدَةِ رَأَى النَّاظِمُ النَّبِيَّ ﷺ مَرَّةً ثَانِيَةً وَقْتَ السَّحَرِ فِي الْمَنَامِ
Lalu Nabi SAW bersabda kepadanya: "Bacalah apa yang telah engkau himpun [hafal], yakni di dalam hatimu."
فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ اِقْرَأْ مَا جَمَعْتَهُ أَيْ فِيْ قَلْبِكَ
Lalu Syekh Ahmad Marzuqi membacanya dari awal sampai akhir, [saat itu] ia berada di hadapan Nabi SAW, sementara para sahabat RA berada di sekeliling Nabi sambil mengucapkan: "Amin" setelah setiap bait dari nazhom itu.
فَقَرَأَهُ مِنْ أَوَّلِهِ إِلٰى آخِرِهِ وَهُوَ وَاقِفٌ بَيْنَ يَدَيْهِ ﷺ وَأَصْحَابُهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَاقِفُوْنَ حَوْلَهُ يَقُوْلُوْنَ آمِيْنَ بَعْدَ كُلِّ بَيْتٍ مِنْ هٰذِهِ الْمَنْظُوْمَةِ
Tatkala beliau telah selesai membacanya, Nabi SAW bersabda kepada beliau: "Semoga Alloh ta'ala memberi taufik padamu untuk melakukan sesuatu yang Dia ridhoi dan menerima amaimu itu, memberikan berkah atasmu dan orang-orang mukmin dan memberikan manfaat [lewat kitab nazhom ini] kepada semua hamba-Nya. Amin" [semoga Alloh mengabulkan do'a kita].
فَلَمَّا خَتَمَ قِرَاءَتَهُ قَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ وَفَّقَكَ اللهُ تَعَالَى لِمَا يُرْضِيْهِ وَقَبِلَ مِنْكَ ذٰلِكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَنَفَعَ بِهَا الْعِبَادَ آمِيْنَ
Kemudian Nazhim ditanya, setelah orang-orang menelaah nazhom-nazhom itu, iapun menjawab pertanyaan mereka dengan menambah satu nazhom dengan ucapan syairnya:

۞ Dan semua yang dibawa para Rosul ۞ haknya yang wajib atas kita adalah pasrah dan menerima.

sampai akhir kitab ini.
ثُمَّ سُئِلَ النَّاظِمُ بَعْدَ اطِّلَاعِ النَّاسِ عَلٰى تِلْكَ الْمَنْظُوْمَةِ فَأَجَابَ سُؤَالَهُمْ فَزَادَ عَلَيْهَا مَنْظُوْمَةً مِنْ قَوْلِهِ

۞ وَكُلُّ مَا أَتٰى بِهِ الرَّسُوْلُ ۞ فَحَقُّهُ التَّسْلِيْمُ وَالْقَبُوْلُ

إِلٰى آخِرِ الْكِتَابِ

Tuesday, March 24, 2026

Mahbar bin Abhar, Jin Pembela Nabi

 Terjemah kitab Al-Mawa'izhul Ushfuriyyah (الْمَوَاعِظُ الْعُصْفُوْرِيَّةُ)

 

اَلْحَدِيْثُ التَّاسِعَ عَشَرَ

Hadits Kesembilan Belas.

 

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ كَرَّمَ اللّٰهُ وَجْهَهُ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ مَعَ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ تَعَالٰى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ أَوَّلِ الْإِسْلَامِ إِذْ وَرَدَ عَلَيْنَا رَجُلٌ عَلٰى نَاقَةٍ وَقَدْ أَثَّرَ السَّيْرُ فِيْهِ وَفِيْهَا وَبَانَ عَلَيْهِ عَنَاءُ السَّفَرِ. فَوَقَفَ عَلَيْنَا فَقَالَ: أَيُّكُمْ مُحَمَّدٌ؟

Dari Ali bin Abi Tholib karramallõhu wajhah, ia berkata: Tatkala kami sedang bersama Rosululloh di masa awal Islam, tiba-tiba datang kepada kami seorang lelaki yang menunggangi unta. Bekas perjalanan jauh tampak jelas pada dirinya dan juga pada untanya, serta terlihat jelas kelelahan safar (perjalanan jauh) padanya. Ia pun berhenti di hadapan kami lalu bertanya: "Siapakah di antara kalian yang bernama Muhammad?"

 

فَأَوْمَأْنَا إِلَى النَّبِيِّ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَتُعْرِضُ عَلَيَّ مَا أَمَرَكَ بِهِ رَبُّكَ أَوْ أَعْرِضُ عَلَيْكَ مَا أَمَرَنِيْ بِهِ صَنَمِيْ؟

Maka kami pun memberi isyarat kepada Nabi . Lelaki itu kemudian berkata: "Wahai Muhammad, apakah engkau yang akan menawarkan kepadaku apa yang diperintahkan Tuhanmu kepadamu, atau aku yang akan menawarkan kepadamu apa yang diperintahkan berhalaku kepadaku?"

 

فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ عَلَيْهِ السَّلَامُ: بَلْ أُخْبِرُكَ بِمَا أَمَرَنِيْ بِهِ رَبِّيْ.

Maka Nabi bersabda kepadanya: "Bahkan, aku akan mengabarkan kepadamu apa yang diperintahkan Tuhanku kepadaku."

 

قَالَ: فَعَرَضَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقَالَ: بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلٰى خَمْسٍ مَعَ شَرَائِطِهِ.

Ali berkata: "Lalu Nabi memaparkannya (menjelaskan agama Islam), dan beliau bersabda: Islam dibangun di atas lima perkara beserta syarat-syaratnya."

 

ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَنَا غَسَّانُ بْنُ مَالِكٍ الْعَامِرِيُّ، وَكَانَ لَنَا صَنَمٌ نَذْبَحُ عِنْدَهُ فِيْ رَجَبٍ عَتِيْرَتَنَا وَنَتَقَرَّبُ إِلَيْهِ بِذَبْحِنَا. فَعَتَرَ عِنْدَهُ عَتِيْرَةَ رَجُلٍ مِنَّا يُقَالُ لَهُ عِصَامٌ. فَلَمَّا رَفَعَ يَدَهُ مِنَ الْعَتِيْرَةِ سَمِعَ صَوْتًا مِنْ جَوْفِ الصَّنَمِ: يَا عِصَامُ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَبَطَلَتِ الْأَصْنَامُ وَحُفِظَتِ الدِّمَاءُ وَوُصِلَتِ الْأَرْحَامُ وَظَهَرَتِ الْحَقِيْقَةُ وَالْإِسْلَامُ.

Kemudian lelaki itu berkata: "Wahai Muhammad, aku adalah Ghossan bin Malik al-Amiri. Kami dahulu memiliki sebuah berhala, yang mana kami biasa menyembelih hewan kurban ('atiroh) di sisinya pada bulan Rojab dan mendekatkan diri kepadanya dengan sembelihan kami tersebut. Lalu, seorang lelaki dari kaum kami yang bernama Ishom menyembelih seekor hewan di sana. Tatkala ia mengangkat tangannya dari sembelihan itu, ia mendengar suara dari dalam rongga berhala: 'Wahai Ishom, Islam telah datang, berhala-berhala telah binasa, darah terlindungi (suci), silaturrahmi tersambung, serta kebenaran dan Islam telah nampak.'

 

فَفَرِحَ عِصَامٌ لِذٰلِكَ وَخَرَجَ يُخْبِرُنَا، ثُمَّ رَفَعَ إِلَيْنَا خَبَرَكَ. يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ فَلَمَّا كَانَ بَعْدَ أَيَّامٍ عَتَرَ عِنْدَهُ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ طَارِقٌ. فَلَمَّا رَفَعَ يَدَهُ عَنِ الْعَتِيْرَةِ سَمِعَ صَوْتًا يَقُوْلُ مِنْ جَوْفِهِ: يَا طَارِقُ بُعِثَ النَّبِيُّ الصَّادِقُ وَجِيْءَ بِوَحْيٍ نَاطِقٍ مِنَ الْعَزِيْزِ الْخَالِقِ.

Maka Ishom merasa gembira karena hal itu dan ia keluar mengabari kami, kemudian berita tentangmu sampai kepada kami. Wahai Rosululloh, beberapa hari setelah itu, seorang lelaki bernama Thoriq juga menyembelih hewan di sana. Tatkala ia mengangkat tangannya dari sembelihan, ia mendengar suara dari dalam rongga berhala itu berkata: 'Wahai Thoriq, telah diutus Nabi yang jujur, dan telah datang wahyu yang berbicara dari Al-Aziz Al-Kholiq (Alloh Yang Maha Perkasa lagi Maha Pencipta).'

 

فَخَرَجَ يَصِيْحُ فِي النَّاسِ بِذٰلِكَ. فَقَوِيَتْ أَخْبَارُكَ عِنْدَنَا يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ. فَكُنَّا بَيْنَ الْمُكَذِّبِ وَالْمُصَدِّقِ.

Ia (Thoriq) pun keluar meneriakkan hal itu kepada orang-orang, sehingga berita tentangmu semakin kuat di tengah kami, wahai Rosululloh. Namun, saat itu kami masih berada di antara yang mendustakan dan yang membenarkan.

 

وَلَمَّا كَانَ مُنْذُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ عَتَرْتُ أَنَا عَتِيْرَةً إِلٰى ذٰلِكَ الصَّنَمِ. فَلَمَّا رَفَعْتُ يَدِيْ مِنْهَا سَمِعْتُ صَوْتًا عَالِيًا مِنْ جَوْفِ الصَّنَمِ يَقُوْلُ بِلِسَانٍ فَصِيْحٍ: يَا غَسَّانُ بْنُ مَالِكٍ الْعَامِرِيُّ جَاءَ الْحَقُّ نَبِيًّا هَاشِمِيًّا بِتِهَامَةَ، لِنَاصِرِيْهِ السَّلَامَةُ وَلِخَاذِلِيْهِ النَّدَامَةُ، هَادِيًا وَدَاعِيًا إِلٰى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. ثُمَّ ارْتَفَعَ مِنَ الْأَرْضِ وَسَقَطَ عَلٰى وَجْهِهِ.

Hingga tiga hari yang lalu, aku sendiri menyembelih hewan kurban di hadapan berhala tersebut. Saat aku mengangkat tanganku, aku mendengar suara lantang dari dalam rongga berhala yang berkata dengan lisan yang fasih: 'Wahai Ghossan bin Malik al-Amiri, telah datang kebenaran melalui seorang Nabi dari bani Hasyim di negeri Tihamah. Bagi para penolongnya adalah [beroleh] keselamatan, dan bagi yang menghinakannya adalah [beroleh] penyesalan. Ia adalah pemberi petunjuk dan penyeru hingga hari kiamat.' Setelah itu, berhala tersebut terangkat dari tanah dan jatuh tersungkur di atas wajahnya."

 

قَالَ: فَكَبَّرَ رَسُوْلُ اللّٰهِ وَكَبَّرَ أَصْحَابُهُ مَعَهُ. وَقَالَ غَسَّانُ: وَقَدْ قُلْتُ ثَلَاثَةَ أَبْيَاتٍ مِنَ الشِّعْرِ، أَفَتَأْذَنُ لِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ أَنْ أُنْشِدَهَا؟ فَأَذِنَ لَهُ رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ.

Ali berkata: "Maka Rosululloh bertakbir, dan para sahabat pun ikut bertakbir bersama beliau." Lalu Ghossan berkata: "Aku telah menggubah tiga bait syair, apakah engkau mengizinkanku untuk melantunkannya wahai Rosululloh?" Maka Rosululloh pun mengizinkannya. [Setelah mendapatkan izin dari Rosululloh , Ghossan pun melantunkan bait-bait berikut]:

 

أَسْرَعُ سَيْرَنَا فِيْ طَلَبٍ بِسَهْلٍ ۞ وَحَزْنٍ فِيْ بِلَادٍ مِنَ الرَّمْلِ

لِأَنْصُرَ خَيْرَ النَّاسِ نَصْرًا مُؤَزَّرًا ۞ وَأَعْقِدَ حَبْلًا مِنْ حِبَالِكَ فِيْ حَبْلِيْ

وَأَشْهَدُ أَنَّ اللّٰهَ حَقٌّ مُوَحَّدًا ۞ وَهٰذَا أَدِيْنُ بِهِ مَا نَقَلَتْ قَدَمِيْ نَعْلِيْ

Aku percepat langkah perjalananku mencari (petunjuk), Melewati dataran rendah ۞ dan perbukitan di negeri berpasir.

Demi menolong sebaik-baik manusia dengan pertolongan yang kokoh, ۞ Dan mengikatkan tali (setia)-ku pada tali (agama)-mu.

Aku bersaksi bahwa Alloh adalah Al-Haq (Maha Benar) lagi Maha Esa, ۞ Inilah agama yang kupeluk selama langkah kakiku masih berpijak pada alasnya.

 

قَالَ: وَأَوَّلُ مَنْ أَسْلَمَ بَعْدَ الْوَحْيِ خَدِيْجَةُ، ثُمَّ أَبُوْ بَكْرٍ، ثُمَّ عَلِيٌّ، ثُمَّ زَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ، ثُمَّ قَمَرِيَّةُ جَارِيَةٌ، ثُمَّ حَمْزَةُ، ثُمَّ زُهَيْرٌ، ثُمَّ أَبُوْ عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ، ثُمَّ طَلْحَةُ، ثُمَّ الزُّبَيْرُ، رِضْوَانُ اللّٰهِ تَعَالٰى عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ. وَأَسْلَمُوْا وَكَتَمُوْا إِسْلَامَهُمْ مِنَ الْكُفَّارِ.

Ali berkata: Orang pertama yang memeluk agama Islam setelah turunnya wahyu adalah Khodijah, kemudian Abu Bakar, kemudian Ali, kemudian Zaid bin Haritsah, kemudian Qomariyyah (seorang hamba sahaya perempuan), kemudian Hamzah, kemudian Zuhair, kemudian Abu Ubaidah bin al-Jarroh, kemudian Tholhah, kemudian az-Zubairsemoga rida Alloh Ta'ala senantiasa menyertai mereka semua. Mereka memeluk Islam namun [pada awalnya] menyembunyikan keislaman mereka dari kaum kafir.

 

ثُمَّ نَزَلَ جِبْرَائِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ إِنَّ اللّٰهَ تَعَالٰى يَقْرَؤُكَ السَّلَامَ وَيَأْمُرُكَ بِأَنْ تَدْعُوَ النَّاسَ إِلَى الْإِسْلَامِ.

Kemudian malaikat Jibril 'alaihissalam turun dan berkata: "Wahai Muhammad, sesungguhnya Alloh Ta'ala menyampaikan salam kepadamu dan memerintahkanmu untuk menyeru manusia kepada Islam."

 

فَقَامَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فَصَعِدَ عَلٰى جَبَلِ أَبِيْ قُبَيْسٍ فَنَادٰى بِأَعْلٰى صَوْتِهِ فَقَالَ: «قُوْلُوْا لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ».

Maka Nabi segera bangkit dan mendaki Gunung Abu Qubais. Beliau menyeru dengan suara yang selantang mungkin: "Katakanlah: Lā ilāha illallōh, Muhammadur Rasūlullōh (Tiada Tuhan selain Alloh, Muhammad adalah utusan Alloh)."

 

فَلَمَّا سَمِعَ النَّاسُ نِدَاءَهُ اجْتَمَعَتِ الْكُفَّارُ فِيْ دَارِ النَّدْوَةِ فَتَشَاوَرُوْا فِيْمَا بَيْنَهُمْ، فَقَالُوْا: إِنَّ مُحَمَّدًا يَشْتِمُ آلِهَتَنَا وَيَدْعُوْنَا إِلٰى إِلٰهٍ لَا نَعْلَمُهُ، فَكَيْفَ الْحِيْلَةُ؟ يَقُوْلُ مُحَمَّدٌ: لَا تَعْبُدُوْا آلِهَتَكُمْ وَهِيَ ثَلَاثُمِائَةٍ وَسِتُّوْنَ صَنَمًا إِلَّا اللّٰهَ الْوَاحِدَ الْقَهَّارَ.

Ketika orang-orang mendengar seruan beliau, berkumpullah kaum kafir di Darun Nadwah (tempat berkumpulnya para pemuka Quraisy untuk mengambil keputusan penting, semacam lembaga legislatif atau ruang sidang pada masa itu). Mereka bermusyawarah satu sama lain dan berkata: "Sesungguhnya Muhammad telah mencaci maki tuhan-tuhan kita dan menyeru kita kepada Tuhan yang tidak kita kenal. Maka bagaimana strategi [menghadapinya]? Muhammad berkata: Janganlah kalian menyembah tuhan-tuhan kalian—yang berjumlah 360 berhala itu—kecuali kepada Alloh Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa."

 

وَمِنْهُمْ شَيْبَةُ بْنُ رَبِيْعَةَ، وَالْوَلِيْدُ بْنُ الْحَارِثِ، وَصَفْوَانُ بْنُ أُمَيَّةَ، وَكَعْبُ بْنُ الْأَشْرَفِ، وَأَسْوَدُ بْنُ عَبْدِ يَغُوْثَ، وَصَخْرُ بْنُ الْحَارِثِ، وَكِنَانَةُ بْنُ رَبِيْعٍ، وَهُمْ كُفَّارُ مَكَّةَ، وَهٰؤُلَاءِ رُؤَسَاءُ الْكُفَّارِ. قَالُوْا: يَدْعُوْنَا إِلٰى إِلٰهٍ لَا نَعْرِفُهُ وَلَمْ يَشْتِمْ آلِهَتَنَا.

Di antara mereka yang hadir adalah Syaibah bin Robi'ah, Al-Walid bin al-Harits, Shofwan bin Umayyah, Ka'ab bin al-Asyrof, Aswad bin Abdu Yaghuts, Sakhr bin al-Harits, dan Kinanah bin Robi'. Mereka semua adalah orang-orang kafir Makkah dan para pemuka kaum kafir. Mereka berkata: "Ia menyeru kita kepada Tuhan yang tidak kita kenali dan ia tidak mencaci maki tuhan-tuhan kita."

 

فَقَامَ وَاحِدٌ مِنْهُمْ وَهُوَ يَقُوْلُ: يُرِيْدُ مُحَمَّدٌ فِيْ ذٰلِكَ مَالًا، فَلَمْ يَلْتَفِتُوْا إِلَيْهِ وَقَالُوْا: هُوَ سَاحِرٌ كَذَّابٌ.

Salah satu dari mereka berdiri dan berkata: "Muhammad hanya menginginkan harta dengan cara ini." Namun, mereka tidak menggubris pendapat itu dan berkata: "Dia adalah seorang penyihir lagi pendusta."

 

ثُمَّ قَالُوْا لِلْوَلِيْدِ: مَا تَقُوْلُ أَنْتَ؟ قَالَ: مَا أَقُوْلُ فِيْ هٰذَا الْأَمْرِ شَيْئًا، فَنَسَبُوْهُ إِلَيْهِ، فَأَخَذَهُ الْغَضَبُ جِدًّا، فَقَالَ الْوَلِيْدُ: أَمْهِلُوْنِيْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ.

Kemudian mereka bertanya kepada Al-Walid [bin al-Mughiroh]: "Apa pendapatmu?" Ia menjawab: "Aku tidak bisa mengatakan apa-apa dalam urusan ini." Maka mereka pun mendesak dan menisbatkan urusan itu kepadanya [agar ia memberi Keputusan], hingga Al-Walid merasa sangat marah. Lalu Al-Walid berkata: "Berilah aku waktu selama tiga hari [untuk berpikir]."

 

وَكَانَ لَهُ صَنَمَانِ مُتَّخَذَانِ مِنْ جَوَاهِرَ وَمِنْ ذَهَبٍ وَفِضَّةٍ وَبِأَنْوَاعِ اللُّؤْلُؤِ، مَوْضُوْعَانِ عَلَى الْكُرْسِيِّ، وَأُلْبِسَ عَلَيْهِمَا أَلْوَانَ الثِّيَابِ، فَعَبَدَهُمَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيْهِنَّ مُتَوَالِيَاتٍ، وَمَا أَكَلَ وَمَا شَرِبَ وَذَهَبَ إِلٰى بَيْتِهِ وَأَوْلَادِهِ، وَتَضَرَّعَ إِلَيْهِمَا.

Al-Walid memiliki dua buah berhala yang terbuat dari permata, emas, dan perak, serta dihiasi dengan berbagai jenis mutiara. Keduanya diletakkan di atas kursi (singgasana) dan dipakaikan berbagai macam pakaian berwarna-warni. Ia menyembah kedua berhala itu selama tiga hari tiga malam berturut-turut tanpa makan dan minum. Ia meninggalkan rumah dan anak-anaknya demi bersujud dan meratap di hadapan kedua berhala tersebut.

 

وَفِي الْيَوْمِ الثَّالِثِ قَالَ: بِحَقِّ مَا عَبَدْتُكُمَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ هٰذِهِ الْعِبَادَةَ أَنْ تَتَكَلَّمَا وَتُخْبِرَانَا مِنْ أَمْرِ مُحَمَّدٍ. فَدَخَلَ الشَّيْطَانُ فِيْ فَمِ الصَّنَمِ وَتَحَرَّكَ وَتَكَلَّمَ وَقَالَ: إِنَّ مُحَمَّدًا لَيْسَ بِنَبِيٍّ فَلَا تُصَدِّقُوْهُ.

Pada hari ketiga, Al-Walid berkata: "Demi hak penyembahanku kepada kalian berdua selama tiga hari ini, berbicaralah dan beritahukanlah kepada kami tentang urusan Muhammad!" Maka setan pun masuk ke dalam mulut berhala itu, lalu berhala itu dapat bergerak dan berbicara: "Sesungguhnya Muhammad bukanlah seorang Nabi, maka janganlah kalian membenarkannya!"

 

فَفَرِحَ الْوَلِيْدُ وَخَرَجَ وَأَخْبَرَ الْكُفَّارَ عَنْ مَقَالَةِ الصَّنَمِ، وَكُفَّارُ مَكَّةَ اجْتَمَعُوْا عِنْدَ الْوَلِيْدِ وَقَالُوْا: يَنْبَغِيْ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ عَنْ مُحَمَّدٍ.

Mendengar hal itu, Al-Walid merasa sangat gembira. Ia keluar dan mengabarkan ucapan berhala tersebut kepada kaum kafir. Para pembesar kafir Makkah pun berkumpul di kediaman Al-Walid dan berkata: "Kini saatnya kita membicarakan tentang Muhammad."

 

فَلَمَّا سَمِعَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ مَقَالَتَهُمْ اغْتَمَّ بِذٰلِكَ. فَنَزَلَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ وَيْلٌ لِمَنْ اِصْطَنَعَ هٰذِهِ الْمَقَالَةَ ـ يَعْنِيْ الْوَلِيْدَ. فَلَمَّا سَمِعَ الْوَلِيْدُ هٰذِهِ الْمَقَالَةَ ضَحِكَ وَقَالَ: لَا أُبَالِيْ.

Ketika Nabi mendengar ucapan mereka, beliau merasa sedih. Maka Malaikat Jibril 'alaihissalam turun dan berkata: "Wahai Muhammad, celakalah bagi orang yang mengada-adakan ucapan ini—maksudnya [celakalah] Al-Walid." Namun, ketika Al-Walid mendengar peringatan ini, ia justru tertawa dan berkata: "Aku tidak peduli."

 

فَاجْتَمَعُوْا فَوَضَعُوْا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ صَنَمًا يُسَمّٰى هُبَلًا، فَطَرَحُوْا عَلَيْهِ أَلْوَانَ الثِّيَابِ وَسَجَدُوْا لَهُ. فَدَعَا النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، وَجَاءَ مَعَ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ، فَجَلَسَا عِنْدَهُمْ، فَدَخَلَ الشَّيْطَانُ فِيْ بَطْنِ الصَّنَمِ، وَاسْمُ الشَّيْطَانِ كَانَ مُسْفِرًا، فَهَجَا النَّبِيَّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فِيْ بَطْنِ الصَّنَمِ.

Kaum kafir kemudian berkumpul dan meletakkan di hadapan mereka sebuah berhala yang bernama Hubal. Mereka menghiasinya dengan berbagai kain warna-warni dan bersujud kepadanya. Nabi kemudian datang bersama Abdulloh bin Mas'ud dan duduk di dekat mereka. Saat itu, setan masuk ke dalam perut berhala tersebut. Setan itu bernama Musfir. Dari dalam perut berhala, setan itu melontarkan cacian dan hinaan kepada Nabi .

 

فَلَمَّا سَمِعَ عَبْدُ اللّٰهِ بْنُ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللّٰهُ تَعَالٰى عَنْهُ تَحَيَّرَ وَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ مَا يَقُوْلُ هٰذَا الصَّنَمُ؟ فَقَالَ: يَا عَبْدَ اللّٰهِ لَا تَخَفْ مِنْ هٰذَا فَإِنَّهُ شَيْطَانٌ.

Ketika Abdulloh bin Mas'ud radhiyallohu 'anhu mendengarnya, ia merasa bingung dan bertanya: "Wahai Rosululloh, apa yang dikatakan oleh berhala ini?" Nabi menjawab: "Wahai Abdulloh, janganlah engkau takut kepadanya, sesungguhnya itu adalah setan."

 

فَانْصَرَفَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فَاسْتَقْبَلَهُ فِي الطَّرِيْقِ فَارِسٌ وَعَلَيْهِ ثِيَابٌ خُضْرٌ، فَنَزَلَ عَنْ فَرَسِهِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فَأَجَابَهُ، فَقَالَ: مَنْ أَنْتَ يَا رَاكِبُ؟ قَدْ أَعْجَبَنِيْ سَلَامُكَ عَلَيَّ.

Nabi kemudian beranjak pergi. Di tengah jalan, beliau berpapasan dengan seorang penunggang kuda yang mengenakan pakaian berwarna hijau. Penunggang itu turun dari kudanya lalu mengucapkan salam kepada Nabi . Beliau pun menjawab salamnya dan bertanya: "Siapakah engkau, wahai penunggang kuda? Sungguh, ucapan salammu kepadaku telah membuatku terkesan."

 

فَقَالَ لَهُ: أَنَا مِنْ أَبْنَاءِ الْجِنِّ، قَدْ أَسْلَمْتُ فِيْ زَمَانِ نُوْحٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ، وَلٰكِنِّيْ كُنْتُ غَائِبًا عَنْ وَطَنِيْ. فَلَمَّا قَدِمْتُ وَجَدْتُ أَهْلِيْ بَاكِيَةً، فَسَأَلْتُهَا، فَقَالَتْ لِيْ: أَمَا تَرٰى أَنَّ مُسْفِرًا صَنَعَ مَا صَنَعَ مَعَ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ؟

Penunggang kuda itu menjawab: "Aku adalah salah satu dari bangsa jin. Aku telah memeluk Islam sejak zaman Nabi Nuh 'alaihissalam. Namun, selama ini aku pergi jauh dari tanah airku. Ketika aku pulang, aku mendapati keluargaku sedang menangis. Aku bertanya kepada mereka [apa yang terjadi], lalu istriku menjawab: 'Tidakkah engkau tahu apa yang telah dilakukan setan Musfir terhadap Muhammad ?'"

 

فَلَمَّا سَمِعْتُ ذَهَبْتُ عَلٰى أَثَرِهِ فَقَتَلْتُهُ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ، وَهٰذَا دَمُهُ عَلَى سَيْفِيْ، وَرَأْسُهُ فِي الْمِخْلَاةِ، وَبَدَنُهُ مَطْرُوْحٌ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ، وَصُوْرَتُهُ مِثْلُ صُوْرَةِ الْكَلْبِ مَقْطُوْعُ الرَّأْسِ.

"Begitu mendengarnya, aku segera pergi mengejarnya hingga aku berhasil membunuhnya di antara Sofa dan Marwah. Inilah bekas darahnya yang masih menempel pada pedangku, dan kepalanya ada di dalam kantong pelanaku (mikhlat), sementara jasadnya tergeletak di antara Sofa dan Marwah. Rupa [asli]-nya menyerupai rupa seekor anjing yang terputus kepalanya."

 

فَسَرَّ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فَدَعَا لَهُ بِالْخَيْرِ، ثُمَّ قَالَ: مَا اسْمُكَ؟ قَالَ: اسْمِيْ مَهْبَرُ بْنُ عَبْهَرَ، وَمُقَامِيْ عَلٰى جَبَلِ طُوْرِ سَيْنَاءَ.

Nabi merasa gembira [mendengar kabar tersebut] lalu mendoakan kebaikan baginya. Beliau bertanya: "Siapakah namamu?" Ia menjawab: "Namaku adalah Mahbar bin Abhar, dan tempat tinggalku di Gunung Thursina."

 

ثُمَّ قَالَ: أَتَأْمُرُنِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ أَنْ أَهْجُوَ الْكُفَّارَ فِيْ فَمِ أَصْنَامِهِمْ كَمَا هَجَاكَ مُسْفِرٌ؟ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: اِفْعَلْ.

Kemudian ia berkata: "Wahai Rosululloh, apakah engkau memerintahkanku untuk membalas cercaan kaum kafir melalui mulut berhala-berhala mereka, sebagaimana Musfir dahulu mencacimu?" Nabi menjawab: "Lakukanlah."

 

ثُمَّ اجْتَمَعَ الْكُفَّارُ فِي الْيَوْمِ الثَّانِيْ، فَدَعَوُا النَّبِيَّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، فَوَضَعُوْا هُبَلًا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ، وَطَرَحُوْا عَلَيْهِ أَلْوَانَ الثِّيَابِ، فَسَجَدُوْا لَهُ وَتَضَرَّعُوْا إِلَيْهِ كَمَا فَعَلُوْا فِي الْيَوْمِ الْأَوَّلِ. فَقَالُوْا: يَا هُبَلُ أَقِرَّ الْيَوْمَ أَعْيُنَنَا بِهِجَاءِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ.

Keesokan harinya, kaum kafir kembali berkumpul dan mengundang Nabi . Mereka meletakkan berhala Hubal di hadapan mereka, menghiasinya dengan berbagai kain warna-warni, lalu bersujud dan meratap kepadanya sebagaimana yang mereka lakukan pada hari pertama. Mereka memohon: "Wahai Hubal, sejukkanlah mata kami hari ini dengan [mendengar] cercaan terhadap Muhammad!"

 

فَقَالَ هُبَلُ: يَا أَهْلَ مَكَّةَ اعْلَمُوْا أَنَّ هٰذَا نَبِيٌّ حَقٌّ وَدِيْنُهُ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ يَدْعُوْكُمْ إِلَى الْحَقِّ، وَأَنْتُمْ وَصَنَمُكُمْ عَلٰى بَاطِلٍ، فَإِنْ لَمْ تُؤْمِنُوْا بِهِ وَلَمْ تُصَدِّقُوْهُ تَكُوْنُوْا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِيْنَ فِيْهَا أَبَدًا، فَصَدِّقُوْا مُحَمَّدًا وَهُوَ نَبِيُّ اللّٰهِ وَخَيْرُ خَلْقِهِ.

Namun, tiba-tiba Hubal berbicara: "Wahai penduduk Makkah, ketahuilah bahwa pria ini adalah Nabi yang membawa kebenaran, agamanya adalah kebenaran, dan Muhammad menyeru kalian menuju Al-Haq (Kebenaran). Sedangkan kalian dan berhala kalian berada di atas kebatilan! Jika kalian tidak beriman dan tidak membenarkannya, niscaya kalian akan kekal di dalam api neraka Jahanam selama-lamanya. Maka benarkanlah Muhammad, karena ia adalah Nabi Alloh dan sebaik-baik makhluk-Nya!"

 

فَقَامَ أَبُوْ جَهْلٍ عَلَيْهِ اللَّعْنَةُ، وَأَخَذَ الصَّنَمَ وَضَرَبَهُ عَلَى الْأَرْضِ وَكَسَّرَهُ وَأَحْرَقَهُ بِالنَّارِ.

Maka berdirilah Abu Jahal —laknat Alloh atasnya— lalu ia mengambil berhala (Hubal) tersebut, membantingnya ke tanah hingga hancur, kemudian membakarnya dengan api.

 

فَانْصَرَفَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ إِلٰى دَارِهِ مَسْرُوْرًا، ثُمَّ سَمَّاهُ عَبْدَ اللّٰهِ بْنَ عَبْهَرَ. وَأَنْشَأَ الشِّعْرَ فِيْ قَتْلِ مُسْفِرٍ يَقُوْلُ:

Nabi pun pulang ke rumah beliau dengan perasaan gembira. Kemudian beliau menamai [jin tersebut] dengan nama Abdulloh bin Abhar (sebelumnya bernama Mahbar). Abdulloh bin Abhar pun menggubah syair mengenai keberhasilannya membunuh setan Musfir, ia berkata:

 

أَنَا عَبْدُ اللّٰهِ بْنُ عَبْهَرَا ۞ إِنِّيْ قَتَلْتُ ذَا الْفُجُوْرِ مُسْفِرَا

هَمَمْتُهُ بِضَرْبِ سَيْفِيْ مُنْكَرًا ۞ لَدَى الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ لَمَّا طَغٰى وَاسْتَكْبَرَا

وَخَالَفَ الْحَقَّ وَقَالَ مُنْكَرًا ۞ بِشَتْمِهِ نَبِيَّهُ الْمُطَهَّرَا

وَاللَّهِ لَا أَبْرَحُ حَتّٰى يُنْصَرَا ۞ وَيَظْهَرَ الْإِسْلَامُ حَتّٰى يُقَرَّرَا

أَوْ يُذَلَّ فِيْهِ كُلُّ مَنْ تَكَبَّرَا ۞ كُلُّ يَهُوْدِيٍّ وَمَنْ تَنَصَّرَا ۞ جُنُودُ كِسْرٰى وَمُلُوْكُ قَيْصَرَا

Akulah Abdulloh bin Abhar, ۞ Sungguh telah kubunuh si pelaku fujur (maksiat), setan Musfir.

Aku berniat menebasnya dengan pedangku sebagai bentuk pengingkaran. ۞ Di dekat Sofa dan Marwah saat ia melampaui batas dan menyombongkan diri.

Ia menyalahi kebenaran dan mengucapkan kemungkaran. ۞ Dengan mencaci Nabinya Alloh yang disucikan.

Demi Alloh, aku tidak akan berhenti hingga beliau (Nabi) dimenangkan. ۞ Dan Islam tampak nyata hingga ia teguh menetap.

Atau hingga dihinakan di dalamnya setiap orang yang sombong, ۞ Baik dari kalangan Yahudi maupun Nasrani. ۞ (Juga) bala tentara Kisra (raja Persia) dan raja-raja Kaisar (raja Romawi).

 

Monday, March 23, 2026

Matriks — Kenalan Dulu, Yuk!

Haii semuanya! 👋 Kalau kamu baru masuk SMA atau lagi belajar matematika tingkat lanjut, pasti udah mulai denger kata "matriks" dong? Tenang, jangan langsung panik! Di artikel ini kita bakal bahas matriks dari awal, dengan bahasa yang simpel dan nggak bikin pusing. Siap? Yuk mulai! 😄


📌 Apa Sih Matriks Itu?

Jadi gini, matriks itu sebenernya konsep baru yang belum pernah kamu pelajarin sebelumnya — baik di SD maupun SMP. Jadi wajar banget kalau terasa asing. Tapi justru itu seru-nya!

Di bab ini, kita bakal kenalan sama banyak hal seputar matriks, di antaranya:

  • ✅ Pengertian, notasi, dan ordo suatu matriks
  • ✅ Kesamaan dua matriks
  • ✅ Penjumlahan dan pengurangan matriks
  • ✅ Perkalian bilangan real (skalar) dengan matriks
  • ✅ Perkalian matriks
  • ✅ Invers matriks
  • ✅ Pemakaian matriks untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV)

Wah, lumayan banyak ya? Tapi santai aja, kita bahas pelan-pelan kok. 😊

💡 Target belajar: Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan bisa menggunakan aturan dan rumus matriks, serta mampu menyelesaikan masalah yang bisa disederhanakan menggunakan matriks.

📐 8-1: Pengertian, Notasi, dan Ordo Matriks

8-1-1: Apa Itu Matriks?

Coba deh bayangin kamu lagi lihat jadwal pertandingan bulu tangkis. Data skornya biasanya disajikan dalam bentuk tabel, kan? Nah, contoh sederhananya kayak gini:

Set I Set II
Susi 11 12
Huang-Hua 9 10

Nah, kalau dari tabel di atas kita ambil angkanya aja (tanpa judul baris dan kolom), kita bakal dapet kelompok bilangan kayak gini:

11    12
9    10


📊 Contoh Lain: Data Absensi Siswa

Supaya makin paham, yuk kita lihat contoh lain! Coba bayangin kamu punya data absensi siswa selama satu caturwulan (satu periode penilaian). Datanya kira-kira kayak tabel ini:


Sakit Ijin Tanpa Keterangan
Boy415
Carli210
Dadang113
Eman231

Kalau kita ambil angkanya aja tanpa judul baris dan kolom, kita bakal dapet susunan bilangan seperti ini:

4    1    5
2    1    0
1    1    3
2    3    1

Kalau kita bandingkan dua kelompok bilangan — dari data bulu tangkis dan data absensi ini — ternyata keduanya punya kesamaan pola, lho! 🤔


🔍 Pola yang Bisa Kita Temukan

  1. ✅ Kelompok bilangan itu disusun dalam bentuk persegi atau persegi panjang
  2. ✅ Kelompok bilangan itu disusun dalam baris (horizontal) dan kolom/lajur (vertikal)

Nah, kelompok bilangan yang disusun secara teratur seperti itulah yang disebut matriks! 🎯

📖 Definisi: Matriks adalah susunan sekelompok bilangan dalam bentuk persegi atau persegi panjang yang diatur menurut baris dan kolom.

✍️ Cara Menulis Matriks

Supaya kelihatan jelas batas-batasnya, susunan bilangan dalam matriks itu diapit oleh tanda kurung — boleh kurung biasa ( ) maupun kurung siku [ ]. Namun dalam pembahasan selanjutnya, kita sepakat pakai kurung siku [ ] ya... untuk menulis matriks. Jadi lebih seragam dan enak dibacanya! 😊Matriks biasanya diberi nama dengan huruf kapital, misalnya A, B, C, dan seterusnya.


A =  
1112
910
  dan B =  
415
210
113
231
 


Matriks A itu punya 2 baris dan 2 kolom, sementara matriks B punya 4 baris dan 3 kolom. Ukuran inilah yang nanti kita sebut ordo matriks! 😉


💡 Contoh 1: Mana yang Matriks, Mana yang Bukan?

Dari kelompok-kelompok bilangan berikut, mana yang termasuk matriks dan mana yang bukan? Cek satu per satu! 👇


a) Kelompok bilangan:

2    4
3    1

Ini MATRIKS! Susunannya berbentuk persegi (2 baris, 2 kolom). Rapi dan teratur! 😄


b) Kelompok bilangan:

2    4    1
3    2    5

Ini MATRIKS! Susunannya berbentuk persegi panjang (2 baris, 3 kolom). Tetap teratur! 👍


c) Kelompok bilangan:

     2     
1         4

Ini BUKAN matriks! Susunannya berbentuk segitiga — baris pertama 1 elemen, baris kedua 2 elemen. Nggak rata! 😅


d) Kelompok bilangan:

3        6
                      2
4        1

Ini BUKAN matriks! Susunannya berbentuk segilima — jumlah elemen tiap baris tidak sama. ✋


💡 Ingat: Syarat utama matriks adalah bentuknya harus persegi atau persegi panjang — artinya setiap baris punya jumlah elemen yang sama!

📐 8-1-2: Baris, Kolom, dan Elemen Matriks

Bilangan-bilangan di dalam matriks disebut unsur-unsur atau elemen-elemen matriks. Coba perhatiin matriks A berikut untuk memahami mana yang baris dan mana yang kolom:


 
11 12 ← baris pertama
9 10 ← baris kedua
 


kolom
pertama

kolom
kedua

  • 🔵 Baris = susunan bilangan mendatar (horizontal) → Baris 1: 11, 12 | Baris 2: 9, 10
  • 🟠 Kolom = susunan bilangan tegak (vertikal) → Kolom 1: 11, 9 | Kolom 2: 12, 10
  • Elemen/Unsur = setiap bilangan di dalam matriks (11, 12, 9, 10)

Gampang kan? Tinggal inget: baris = mendatar, kolom = tegak! 😄


🔎 Posisi Elemen dalam Matriks A

Setiap elemen punya posisi spesifik berdasarkan baris dan kolomnya:


 
11 12 ← elemen baris 1, kolom 1  |  elemen baris 1, kolom 2
9 10 ← elemen baris 2, kolom 1  |  elemen baris 2, kolom 2
 

  • 🟡 11 → elemen baris pertama, kolom pertama
  • 🔴 12 → elemen baris pertama, kolom kedua
  • 🟢 9  → elemen baris kedua, kolom pertama
  • 🔵 10 → elemen baris kedua, kolom kedua

  1. 📏 Baris = susunan bilangan yang mendatar (horisontal) dalam matriks
  2. 📐 Kolom = susunan bilangan yang tegak (vertikal) dalam matriks
  3. 🔢 Elemen = bilangan (real maupun kompleks) yang menyusun matriks

💡 Contoh 2: Latihan Menentukan Baris, Kolom, dan Elemen

Misalkan kita punya matriks B seperti ini:


B =  
153
3−12
23−5
−446
 

Pertanyaannya:

  1. Tentukan baris pertama, kedua, ketiga, dan keempat beserta elemen-elemennya!
  2. Tentukan kolom pertama, kedua, dan ketiga beserta elemen-elemennya!
  3. Tentukan elemen pada baris kedua kolom ketiga, dan baris keempat kolom pertama!

✏️ Jawab:

a) Baris-baris dari matriks B:

Nama Baris Elemen-elemennya
Baris pertama1, 5, dan 3
Baris kedua3, −1, dan 2
Baris ketiga2, 3, dan −5
Baris keempat−4, 4, dan 6

Tinggal baca mendatar dari kiri ke kanan! 😄


b) Kolom-kolom dari matriks B:

Kalau tadi baca mendatar untuk dapat barisnya, sekarang baca tegak ke bawah untuk dapat kolomnya:

Nama Kolom Elemen-elemennya
Kolom pertama1, 3, 2, dan −4
Kolom kedua5, −1, 3, dan 4
Kolom ketiga3, 2, −5, dan 6

Ingat ya: kolom dibaca dari atas ke bawah! 👆


c) Elemen pada posisi tertentu:

  • 🎯 Elemen baris kedua kolom ketiga = 2
  • 🎯 Elemen baris keempat kolom pertama = −4

Cara bacanya: baris dulu, baru kolom. "Baris kedua kolom ketiga" → lihat baris ke-2, geser ke kolom ke-3 → ketemu angka 2. Gampang! 😄


💡 Contoh 3: Matriks dari Sistem Persamaan Linear

Ini salah satu kegunaan matriks yang super keren — bisa dipakai buat sistem persamaan linear! 🔥

Persamaan linear punya bentuk ax + by = c, di mana a dan b adalah koefisien. Nah, matriks bisa merangkum koefisien-koefisien itu dengan rapi! Misalnya kita punya:

4x − 2y=1
2x + 5y=3
−3x + y=−6

Pertanyaannya:

  1. Tuliskan koefisien x dan koefisien y untuk setiap persamaan!
  2. Tentukan matriks koefisiennya!
  3. Berapa banyak baris dan kolom pada matriks tersebut?
  4. Sebutkan elemen-elemen pada baris ketiga!
  5. Sebutkan elemen-elemen pada kolom kedua!
  6. Sebutkan elemen pada baris kedua kolom kedua!

✏️ Jawab:

a) Koefisien x dan koefisien y:

Persamaan Koefisien x Koefisien y
4x − 2y = 14−2
2x + 5y = 325
−3x + y = −6−31

Perlu diingat: untuk persamaan −3x + y = −6, koefisien y adalah 1 (karena y = 1·y). Jangan kelewat! 😉


b) Matriks Koefisien dari Sistem Persamaan Linear:

Tinggal hilangkan judul baris dan kolom dari tabel, ambil angkanya aja — itulah matriks koefisiennya! Kita kasih nama matriks itu P:

P =  
4-2
25
-31
 

Sekarang kita jawab pertanyaan c sampai f:

Soal Jawaban
(c) Banyak baris dan kolom?Matriks P punya 3 baris dan 2 kolom
(d) Elemen baris ketiga?-3 dan 1
(e) Elemen kolom kedua?-2, 5, dan 1
(f) Elemen baris kedua kolom kedua?5

Trik: Selalu baca baris dulu, baru kolom. "Baris kedua kolom kedua" artinya pergi ke baris 2, geser ke kolom 2 - ketemu angka 5. Mudah kan?

Contoh 4: Matriks dari Data Hewan Piaraan

Yuk kita coba contoh dari kehidupan nyata! Tabel berikut menunjukkan jumlah hewan piaraan penduduk di sebuah desa:


Ayam Itik Kerbau Kambing
Badrun4315
Ahmad2153
Parjuli10022
Parjio81211
Sastro502020

Pertanyaannya:

  1. Tuliskan matriks yang diperoleh dari tabel tersebut!
  2. Berapa banyak baris dan kolomnya?
  3. Sebutkan elemen-elemen pada baris keempat!
  4. Sebutkan elemen-elemen pada kolom ketiga!
  5. Sebutkan elemen pada baris kelima kolom keempat!

Jawab:

a) Matriks Q dari tabel di atas:

Q =  
4315
2153
10022
81211
502020
 

Soal Jawaban
(b) Banyak baris dan kolom?Matriks Q punya 5 baris dan 4 kolom
(c) Elemen baris keempat?8, 12, 1, dan 1 (data milik Parjio!)
(d) Elemen kolom ketiga?1, 5, 2, 1, dan 2 (semua data kolom Kerbau!)
(e) Elemen baris kelima kolom keempat?0 (Sastro tidak punya kambing!)

Seru kan? Ternyata matriks bisa dipakai buat nyimpen data apapun - dari skor olahraga, absensi, koefisien persamaan, sampai hewan ternak!


Di bagian selanjutnya kita masuk ke topik ordo matriks - cara resmi menyebut ukuran matriks. Jangan sampai kelewat!

Semangat terus ya belajarnya! Kalau ada pertanyaan, drop di kolom komentar.

Terjemah Nuruzh Zholam Bag.1

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Dengan [menyebut] Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ...