بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan [menyebut] Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Muqaddimah — Hamdalah & Syahadat
Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dengan kearifan dan memuliakan mereka berupa limpahan anugerah-Nya dengan melihat-Nya di surga.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلٰى عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ بِالْعِرْفَانِ وَأَكْرَمَهُمْ مِنْ مَزِيْدِ فَضْلِهِ بِرُؤْيَتِهِ فِي الْجِنَانِ
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh, Yang Merajai lagi Maha Mengetahui, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya penghulu kita Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya pemilik maqom tertinggi.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْعَلَّامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ أَعْلَى الْمَقَامِ
Shalawat & Salam
Sholawat dan salam semoga tecurah kepada orang yang diutus-Nya sebagai rahmat bagi seluruh manusia, sebab seandainya ia [Muhammad] tidak ada, maka pastilah tingkah laku manusia lebih buruk dari pada hewan, dan atas keluarganya yang baik-baik [perbuatannya] lagi mulia, atas para sahabatnya yang menjadi lampu-lampu kegelapan [petunjuk] dan para pengikut mereka dengan berbuat baik sampai pada hari dimana semua anggota tubuh [dapat] berbicara dan lisan menjadi bisu,
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى مَنْ أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْأَنَامِ إِذْ لَوْ لَاهُ لَكَانَتْ أَحْوَالُهُمْ أَقْبَحَ مِنَ الْأَنْعَامِ وَعَلٰى آلِهِ الْبَرَرَةِ الْكِرَامِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحِ الظَّلَامِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمٍ تَنْطِقُ فِيْهِ جَمِيْعُ الْأَعْضَاءِ وَيَبْكُمُ فِيْهِ اللِّسَانُ
dengan kesejahteraan dan keselamatan yang selamanya langgeng sepanjang waktu dan masa.
صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ مَا دَامَتِ الْأَوْقَاتُ وَالْأَزْمَانُ
Ammā Ba'du — Pengantar Pengarang
(Adapun setelah itu) maka berkata al Faqir [orang yang membutuhkan] ampunan Yang Maha Mulia lagi Perkasa karena banyaknya dosa, yaitu Muhammad Nawawie as Syafi'iy [pengikut mazhab Syafi'i]: "Ini adalah kitab syarah [penjelasan] yang tinggi nilainya dan seberkas yang indah [pembahasannya] atas kitab nazhom yang terkenal dengan sebutan 'Aqidatul 'Awam yang ditulis oleh as Syaikh al 'Alim al Laudza'i as Sayyid Ahmad al Marzuqi al Malikiy [bermadzhab Maliki].
﴿أَمَّا بَعْدُ﴾ فَيَقُوْلُ الْفَقِيْرُ لِغُفْرَانِ الْعَزِيْزِ الْجَبَّارِ لِكَثْرَةِ الذُّنُوْبِ وَالْأَوْزَارِ مُحَمَّدٌ نَوَوِيُّ الشَّافِعِيُّ هٰذَا شَرْحٌ مُنِيْفٌ وَفَتْقٌ ظَرِيْفٌ عَلَى الْمَنْظُوْمَةِ الْمُلَقَّبَةِ بِعَقِيْدَةِ الْعَوَامِّ لِلشَّيْخِ الْعَالِمِ اللَّوْدَعِيِّ السَّيِّدِ أَحْمَدَ الْمَرْزُوْقِيِّ الْمَالِكِيِّ
Nama Kitab & Tujuan Penulisan
(Aku beri nama kitab ini Nuruzh Zholam [Penerang kegelapan]) pada keyakinan orang-orang awam, tujuanku semoga kitab ini dapat memberikan manfaat bagiku dan bagi orang yang sepertiku, yaitu pelajar pemula, sekalipun aku bukan orang yang pantas [ahli] untuk hal itu [mendapat manfaat]. Semoga Allah memberikan manfaat [lewat kitab ini] kepada setiap orang yang berjalan menuju akhirat [sālik].
(وَسَمَّيْتُهُ نُوْرَ الظَّلَامِ) عَلٰى عَقِيْدَةِ الْعَوَامِّ وَقَصْدِيْ بِهِ النَّفْعُ لِيْ وَلِمِثْلِيْ مِنَ الْمُبْتَدِئِيْنَ وَإِنْ كُنْتُ لَسْتُ أَهْلًا لِذٰلِكَ نَفَعَ اللهُ بِهِ كُلَّ سَالِكٍ
Sebab Penulisan Naẓom 'Aqīdah al-'Awām
(Ketahuilah) bahwa sesungguhnya sebab [asal mula] kitab nazhom ini adalah Nazhim [Syekh Ahmad Marzuqi] bermimpi bertemu Nabi SAW di penghujung malam Jum'at, pada Jum'at pertama di bulan Rajab, hari ke enam tahun 1258 H, sedangkan para sahabat RA berdiri di sekelilingnya.
(اِعْلَمْ) أَنَّ سَبَبَ هٰذِهِ الْمَنْظُوْمَةِ أَنَّ النَّاظِمَ رَأَى النَّبِيَّ ﷺ فِي الْمَنَامِ آخِرَ لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ مِنْ أَوَّلِ جُمُعَةٍ مِنْ شَهْرِ رَجَبٍ سَادِسَ يَوْمٍ حِسَابًا مِنْ شُهُوْرِ سَنَةِ أَلْفٍ وَمِائَتَيْنِ وَثَمَانٍ وَخَمْسِيْنَ سَنَةً وَأَصْحَابُهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَاقِفُوْنَ حَوْلَهُ
Sabda Nabi SAW dalam Mimpi
Nabi SAW bersabda kepada Syekh Ahmad Marzuqi: "Bacalah nazhom-nazhom tauhid, karena barang siapa menghafalnya, maka ia masuk surga dan bisa menggapai tujuan dari setiap kebaikan, yang sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah".
وَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ اِقْرَأْ مَنْظُوْمَةَ التَّوْحِيْدِ الَّتِيْ مَنْ حَفِظَهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَنَالَ الْمَقْصُوْدَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ وَافَقَ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ
Lalu Syekh Ahmad Marzuqi bertanya kepada Nabi: "Apa nazhom-nazhom itu, wahai Rosululloh?"
Para sahabat berkata kepadanya: "Dengarkan dari Rosululloh apa yang beliau sabdakan".
فَقَالَ لَهُ وَمَا تِلْكَ الْمَنْظُوْمَةُ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَقَالَ الْأَصْحَابُ لَهُ اِسْمَعْ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ مَا يَقُوْلُ
Lalu Rosululloh SAW bersabda: "Ucapkan olehmu: Aku memulainya dengan menyebut nama Alloh dan Yang Maha Pengasih ۞"
فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ قُلْ: أَبْدَأُ بِاسْمِ اللهِ وَالرَّحْمٰنِ ۞
Maka Nazhim berkata: "Aku memulainya dengan menyebut nama Allah dan Yang Maha Pengasih, sampai akhir nazhom, yaitu ucapannya [syairnya]:"
Mushaf Nabi Ibrohim dan nabi Musa itu ۞ di dalamnya terdapat Kalam Allah Yang Maha Menghukumi dan Maha Tahu.
فَقَالَ أَبْدَأُ بِاسْمِ اللهِ وَالرَّحْمٰنِ إِلٰى آخِرِهَا وَهُوَ قَوْلُهُ
وَصُحُفُ الْخَلِيْلِ وَالْكَلِيْمِ ۞ فِيْهَا كَلَامُ الْحَكَمِ الْعَلِيْمِ
Terjaga dari Mimpi & Mimpi Kedua
Sedangkan Rosululloh SAW mendengarkannya.
Tatkala Syekh Ahmad Marzuqi terjaga dari tidurnya, beliau membaca apa yang dilihat dalam mimpinya, maka beliau dapatkan nazhom-nazhom itu terhafalkan dalam dirinya dari awal sampai akhir.
وَرَسُوْلُ اللهِ ﷺ يَسْمَعُهُ فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَرَأَ مَا رَآهُ فِيْ مَنَامِهِ فَوَجَدَهُ مَحْفُوْظًا عِنْدَهُ مِنْ أَوَّلِهِ إِلٰى آخِرِهِ
Kemudian ketika datang malam Jum'at, yaitu malam ke 28, hitungan dari bulan Dzulqo'dah, Nazhim [Syekh Ahmad Marzuqi] melihat Nabi SAW untuk kedua kalinya di waktu sahur di dalam mimpi.
ثُمَّ لَمَّا كَانَتْ لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ الَّتِيْ هِيَ لَيْلَةُ الثَّامِنِ وَالْعِشْرِيْنَ حِسَابًا مِنْ شَهْرِ ذِي الْقَعْدَةِ رَأَى النَّاظِمُ النَّبِيَّ ﷺ مَرَّةً ثَانِيَةً وَقْتَ السَّحَرِ فِي الْمَنَامِ
Perintah Membaca & Pembacaan di Hadapan Nabi SAW
Lalu Nabi SAW bersabda kepadanya:
"Bacalah apa yang telah engkau himpun [hafal], yakni di dalam hatimu."
فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ اِقْرَأْ مَا جَمَعْتَهُ أَيْ فِيْ قَلْبِكَ
Lalu Syekh Ahmad Marzuqi membacanya dari awal sampai akhir, [saat itu] ia berada di hadapan Nabi SAW, sementara para sahabat RA berada di sekeliling Nabi sambil mengucapkan: "Amin" setelah setiap bait dari nazhom itu.
فَقَرَأَهُ مِنْ أَوَّلِهِ إِلٰى آخِرِهِ وَهُوَ وَاقِفٌ بَيْنَ يَدَيْهِ ﷺ وَأَصْحَابُهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَاقِفُوْنَ حَوْلَهُ يَقُوْلُوْنَ آمِيْنَ بَعْدَ كُلِّ بَيْتٍ مِنْ هٰذِهِ الْمَنْظُوْمَةِ
Doa Nabi SAW Setelah Pembacaan
Tatkala beliau telah selesai membacanya, Nabi SAW bersabda kepada beliau:
"Semoga Alloh ta'ala memberi taufik padamu untuk melakukan sesuatu yang Dia ridhoi dan menerima amaimu itu, memberikan berkah atasmu dan orang-orang mukmin dan memberikan manfaat [lewat kitab nazhom ini] kepada semua hamba-Nya. Amin" [semoga Alloh mengabulkan do'a kita].
فَلَمَّا خَتَمَ قِرَاءَتَهُ قَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ وَفَّقَكَ اللهُ تَعَالَى لِمَا يُرْضِيْهِ وَقَبِلَ مِنْكَ ذٰلِكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَنَفَعَ بِهَا الْعِبَادَ آمِيْنَ
Tambahan Nazhom & Penutup Kitab
Kemudian Nazhim ditanya, setelah orang-orang menelaah nazhom-nazhom itu, iapun menjawab pertanyaan mereka dengan menambah satu nazhom dengan ucapan syairnya:
۞ Dan semua yang dibawa para Rosul ۞ haknya yang wajib atas kita adalah pasrah dan menerima.
ثُمَّ سُئِلَ النَّاظِمُ بَعْدَ اطِّلَاعِ النَّاسِ عَلٰى تِلْكَ الْمَنْظُوْمَةِ فَأَجَابَ سُؤَالَهُمْ فَزَادَ عَلَيْهَا مَنْظُوْمَةً مِنْ قَوْلِهِ
۞ وَكُلُّ مَا أَتٰى بِهِ الرَّسُوْلُ ۞ فَحَقُّهُ التَّسْلِيْمُ وَالْقَبُوْلُ
إِلٰى آخِرِ الْكِتَابِ
No comments:
Post a Comment
Yuk kita saling berkomentar dengan baik dan sopan untuk menumbuhkan ukhuwah dan silaturahmi sesama sahabat blogger. Terima Kasih.
Bagi yang mau berdonasi bisa melalui rekening berikut:
Nama Bank: SeaBank
Kode Bank: 535
No. Rekening: 901680010448
Atas Nama: Shofwatur Rohman