Thursday, April 8, 2021

HATI YANG LARI DARI DZIKIR

Dalam kitab Munyatul Faqir (مُنْيَةُ الْفَقِيْرِ) ---karya Imam Abdul Qodir al-Kauhaniy--- halaman 82 - 83 terdapat keterangan sebagai berikut:

وَرُبَّمَا تَكُوْنُ بَعْضُ الْقُلُوْبِ تَفِرُّ مِنَ الذِّكْرِ وَتَتَعَشَّقُ إِلَى اللَّهْوِ وَالْغِنَاءِ. فَهِيَ كَالْجُعَلِ وَهُوَ الَّذِيْ تَقُوْلُ فِيْهِ الْعَامَّةُ أَبُوْ فَسَّاسٍ، فَإِنَّ مِنْ شَأْنِهِ إِنْ قَرُبَتْ مِنْهُ رَائِحَةٌ طَيِّبَةٌ مَاتَ مِنْ سَاعَتِهِ وَلَا يَعِيْشُ إِلَّا بِالنَّتْنِ وَالْخَبَثِ. فَكَذٰلِكَ بَعْضُ الْأَرْوَاحِ الْخَبِيْثَةِ تَنْتَعِشُ بِاللَّهْوِ وَتَفِرُّ مِنَ الذِّكْرِ. يَنْسَحِبُ عَلَيْهَا قَوْلُهُ تَعَالٰى: وَإِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَحْدَهٗ اشْمَأَزَّتْ قُلُوْبُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْآخِرَةِ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهٖ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ.

Artinya:

Dan terkadang sebagian [kondisi] hati [manusia] itu melarikan diri dari berdzikir [kepada Alloh], dan sangat suka [berasyik-asyik] dengan hiburan dan nyanyian (tembang lagu). Maka hati semacam ini ibarat sejenis kumbang kepik (sejenis kumbang yang suka mengusung kotoran manusia dan hewan untuk dijadikan makanan atau tempat tinggal), yaitu hewan yang oleh mayoritas orang biasa disebut dengan [julukan] Abu Fassas (tukang kentut). Karena sesungguhnya termasuk diantara perilaku kembang kepik itu adalah ia langsung mati seketika jika dekat dengan aroma wewangian. Dan dia tidak bisa hidup kecuali dengan bau busuk dan kotoran. Maka demikian juga sebagian jiwa [manusia] yang buruk, dia bisa hidup dengan hiburan, namun dia akan melarikan diri dari berdzikir. Atas jiwa semacam ini, bisa ditarik [kesimpulan dengan] firman Alloh Ta'ala:

"Dan apabila yang disebut hanya nama Alloh, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Namun apabila nama-nama sesembahan selain Alloh yang disebut, tiba-tiba mereka menjadi bergembira." (QS. Az-Zumar [39]: 45)


No comments:

Post a Comment

Yuk kita saling berkomentar dengan baik dan sopan untuk menumbuhkan ukhuwah dan silaturahmi sesama sahabat blogger. Terima Kasih.