Saturday, July 23, 2022

IBLIS PUN INGIN BERTAUBAT

Iblis pernah mendatangi Nabi Musa. Dia berkata kepada Nabi Musa:

"Engkau adalah orang yang Alloh pilih untuk menyampaikan Risalah-Nya dan juga diberi wahyu secara langsung oleh-Nya. Dan aku adalah satu makhluk dari beberapa makhluk Alloh. Aku hendak bertaubat kepada Tuhanmu. Mintakanlah kepada-Nya agar Dia mau membuka pintu taubat kepadaku!".

Nabi Musa senang mendengar pernyataan dari Iblis. Kemudian Nabi Musa berwudlu dan sholat serta memanjatkan doa-doa kepada Alloh. Dalam doanya beliau berkata: "Ya Tuhan! Sesungguhnya Iblis adalah satu makhluk di antara makhluk-Mu. Dia mau bertaubat, maka berilah pertaubatan kepadanya!"

Sebagai jawaban maka diucapkanlah kepada Nabi Musa as:

"Wahai Musa! Dia tidak akan bertaubat!"

"Ya Tuhan! Sesungguhnya dia meminta pertaubatan kepada-Mu!" Nabi Musa memaksa.

Akhirnya Alloh swt memberikan wahyu kepada Nabi Musa:

"Aku mengabulkan permintaanmu, Wahai Musa! Maka perintahkanlah dia agar dia bersujud kepada kuburannya Adam yang dengannya aku akan memberi taubat kepada Iblis".

Setelah itu Nabi Musa kembali dalam keadaan bahagia, lalu Nabi Musa pun memberi kabar bahagia itu kepada Iblis bahwa permintaannya dikabulkan oleh Alloh swt. Tanpa banyak penjelasan Nabi Musa menyampaikan apa yang diwahyukan oleh Alloh, yakni Iblis harus bersujud kepada kuburannya Nabi Adam. Akan tetapi setelah Iblis mendengarkan pesan itu, ia membalas dengan amarah dan kesombongan yang kemudian Iblis berkata:

"Saat Adam masih hidup saja aku tidak mau menyembahnya apalagi saat dia sudah mati!!".

Iblis berkata lagi kepada Musa:

"Hai Musa! Aku berhutang budi kepadamu karena kau masih mau memintakan pertolongan kepada Tuhanmu untukku. Maka sudah pantas apabila aku memberimu nashihat (pesan) yaitu engkau harus mengingatku saat engkau berada dalam tiga keadaan: 

Pertama, saat engkau marah. Sesungguhnya saat engkau marah saat itu juga sebenarnya aku berada dalam hatimu, melekat layaknya darah yang mengalir. 

Kedua, ingatlah aku saat engkau bertemu dengan musuh dalam gemuruhnya perang. Sebab sesungguhnya aku mendatangi anak Adam saat dia bertemu dengan musuhnya, dan jika dia ingat kepadaku dalam keadaan seperti itu maka aku akan mengingatkan dia akan istri, anak dan hartanya. Dengan demikian dia akan berpaling dari musuhnya. 

Ketiga, takutlah engkau untuk duduk bersama perempuan yang tidak bersama dengan mahrom. Sebab saat engkau dalam keadaan demikian aku akan menjadi utusan perempuan itu kepadamu dan aku juga akan menjadi utusanmu kepada perempuan itu".


Wallohu A'lam


KESIMPULAN :

Hal yang sangatlah Alloh benci adalah amarah. Alloh dzat yang maha sabar telah melarang kepada hambanya untuk bermarah-marah. Hendaknya bagi orang yang marah mengikuti saran yang tertulis di dalam cuplikan di atas. Hal itu agar supaya tali persaudaraan tetap utuh dan orang tersebut juga akan tercatat sebagai Penyabar (as-Shobur) di sisi Alloh swt.

SUMBER:
Kitab Tanbihul Ghofilin (تَنْبِيْهُ الْغَافِلِيْنَ), Haromain, hlm. 85

No comments:

Post a Comment

Yuk kita saling berkomentar dengan baik dan sopan untuk menumbuhkan ukhuwah dan silaturahmi sesama sahabat blogger. Terima Kasih.