Monday, March 4, 2019

MIMPI HASAN AL-BASHRI


Di antara Hasan Al-Bashri dan Ibnu Sirin ada rasa iri. Keduanya tidak mau saling menyapa. Setiap kali mendengar orang lain menyebut nama Ibnu Sirin, Hasan Al-Bashri merasa tidak suka. "Jangan sebut nama orang yang berjalan dengan lagak sombong itu di hadapanku," katanya.

Pada suatu malam, Hasan Al-Bashri bermimpi seolah-olah dia sedang telanjang di kandang binatang sambil membuat sebatang tongkat. Ketika bangun pada pagi hari, dia merasa bingung dengan mimpinya. Tiba-tiba, dia teringat bahwa Ibnu Sirin adalah orang yang pandai menafsirkan mimpi.

Karena merasa malu bertemu sendiri dengan lbnu Sirin, Hasan Al-Bashri meminta tolong kepada teman dekatnya, "Temui lbnu Sirin dan ceritakan mimpiku ini seakan-akan kamu sendiri yang mengalaminya!" pesannya.

Teman dekat Hasan Al-Bashri segera menemui lbnu Sirin. Begitu selesai menceritakan isi mimpi tersebut, lbnu Sirin langsung berkata, "Bilang kepada orang yang mengalami mimpi ini, jangan menanyakannya kepada orang yang berjalan dengan lagak sombong. Kalau berani, suruh dia datang sendiri kemari!"

Mendengar hal itu dari temannya, Hasan Al-Bashri kesal. Dia bingung dan merasa tertantang. Setelah berpikir sejenak, akhirnya dia memutuskan bertemu langsung dengan Ibnu Sirin. Dia tidak peduli dengan rasa malu atau gengsinya.

"Antarkan aku ke sana!" kata Hasan Al-Bashri.

Begitu melihat kedatangan Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin menyambutnya dengan baik. Setelah saling mengucap salam dan berjabat tangan, lalu masing-masing mengambil tempat duduk yang agak berjauhan.

"Sudahlah, kita tidak usah berbasa-basi. Langsung saja, aku bingung memikirkan dan menafsirkan sebuah mimpi," kata Hasan Al-Bashri.

"Jangan bingung." kata lbnu Sirin, "Telanjang dalam mimpimu itu adalah ketelanjangan dunia. Artinya, engkau sama sekali tidak bergantung padanya karena engkau memang orang yang zuhud. Kandang binatang adalah lambing dunia yang fana. Engkau telah melihat dengan jelas keadaan sebenarnya. Sedangkan, sebatang tongkat yang engkau buat itu adalah lambang hikmah yang engkau katakan dan mendatangkan manfaat bagi banyak orang."

Sesaat, Hasan Al-Bashri terkesima. Dia kagum atas kehebatan lbnu Sirin sebagai ahli tafsir mimpi dan percaya sekali pada penjelasannya.

"Tetapi, bagaimana engkau tahu kalau aku yang mengalami mimpi itu?" tanya Hasan Al-Bashri.

"Ketika temanmu menceritakan mimpi tersebut kepadaku, aku berpikir. Menurutku, hanya engkau yang layak mengalaminya," jawab lbnu Sirin.




No comments:

Post a Comment

Yuk kita saling berkomentar dengan baik dan sopan untuk menumbuhkan ukhuwah dan silaturahmi sesama sahabat blogger. Terima Kasih.