Sunday, March 3, 2019

TOBATYA SEORANG PELACUR (Kisah Nyata)

Di dalam sebuah mobil bersama simbah KH. Ali Yahya Lasem (alm) beliau bercerita.

Pada suatu hari, ketika beliau mau berceramah (ngisi pengajian) di Jepara, tiba-tiba dalam perjalanan (lampu merah) mobil beliau dihadang seorang cewek cantik.

Maklumlah, waktu itu beliau yang duduk disamping sopir melepaskan kopyah dan serbannya. Dan karena simbah KH. Ali Yahya Lasem (alm) itu adalah seorang bule (mirip orang Australi), maka mungkin cewek jalanan tersebut mengira bahwa beliau adalah seorang turits manca negara yang banyak duit, he he.....

Cewek: "Malam om..." (wes... wes... yai dipanggil om)

Kyai: “Malam..."

Cewek: "Ikutan dong om.. boleh ya..”

Kyai: "Oo boleh boleh.. silahkan masuk.." (Cewek bergegas masuk mobil..)

Cewek: "Om mau kemana..? butuh aku gak.. aku temenin ampei pagi ya om..?” (cewek merayu yai... wk kk kk)

Kyai: "Oo ini lho mau ngaji di Jepara.. Ndak apa2 silahkan ikut saja." (sambil pake lagi kopyah & sorban)

Cewek: "Oo, jd bapak ini Kyai ya?" (tadi panggil om, sekarang panggil Yai, hehe...) "maaf yai saya bener-bener tidak tau, sekali lagi maaf. (dengan ekspresi tegang & ketakutan).

Kyai: "Oo, ndak apa-apa.. santai saja mbak. Sekali-kali ikut pengajian bagus itu."

Cewek: "Ndak usah Yai, saya turun disini saja..."

Kyai: "Nggk bisa, pokoknya harus ikut. Tadi kan sampean bilang mau ikut, jadi ya harus ikut."

Cewek: "Tapi kan saya gak pake jilbab Yai.."

Kyai: "Gampang. nanti tak pinjaı jamaah.” (Untung si cewek pake rok sopan)

Cewek: "Tapi saya malu Yai..."

Kyai: "Loh, sampean jadi pelacur ndak malu kok, pengajian malah malu piye to?

Cewek: "Gimana ni Yai" (semakin salting) "Saya takut Yai.." (tadi malu sekarang takut Wk kk kk...)

Kyai : "Sudahlah... santai saja"


Setelah sampai di tempat pengajian, yai langsung pinjam jilbab sama ibu-ibu jamaah.

Kyai: "Maaf bu.. bisa pinjam jilbab.? ini lho, bu Nyai lupa bawa jilbab..." (hahaha, masak bu nyai lupa jilbab)

Ibu2: (Sambil dikit agak bingung ibu-ibu jawab) “Kok bisa Yai.. bentar saya ambilkan.."
====================


Setelah pake jilbab, bu nyai cewek langsung turun dari mobil, he he.. Dan begitu turun dari mobil, masya Allohhh... bu nyai cewek langsung di serbu sama ibu-ibu untuk bergantian cium tangan bu nyai cewek... Ngalap barokah kaliee... h h he... Mendapat penghormatan seperti itu seketika wajah bunyai cewek langsung pucat, lisannya kelu diam sejuta bahasa dan tubuhnya pun serasa kayu. Ia begitu merasa terhormat dipersilahkan masuk lalu dijamu dan dilayani dengan sebaik-baiknya selayaknya Bu nyai sungguhan.

Setelah pengajian selesai, jamuan daharan dihidangkan (tempat hanya terpisah kiri dan kanan dengan tempat kyai, jadi masih tetep terlihat). Dan sebelum acara makan-makan dimulai (di tempat jamuan bunyai cewek), para ibu-ibu jama'ah memohon barokah do'a dari bunyai cewek.. Allohu Akbar...! Bagaikan disambar petir saat ia dimintai barokah doa. Untung masih hafal ROBBANA ATINA.. h h he....

Seperti saat baru datang, bu nyai cewek kembali di kerumuni ibu-ibu untuk bergantian cium tangan ketika berpamitan hendak pulang, sambil diantar bareng-bareng ke mobil.

Di dalam mobil (pulang) bunyai menangis sejadi jadinya, kayak orang yang baru terkena musibah besar. Setelah agak reda nangisnya, Kyai mulai memberi nasehat.

"Apakah sampean tidak melihat dan berfikir tentang bagaimana cara orang-orang tadi memperlakukanmu, menghormatimu, mengerumunimu, mengantarkanmu dan mereka juga rela antri hanya untuk dapat menciumi tanganmu satu demi satu, bahkan meminta barokah doa darimu. Padahal sebenarnya kamu itu siapa?. Orang yang tidak lebih mahal dari harga sayuran kangkung, bayam, terong dan lain sebagainya". (bunyai cewek kembali mengangis tetapi yai tetep melanjutkan nasehat).

"Ketika anda menjual sayuran kangkung, bayam dan terong, anda masih memiliki harga diri, tetapi ketika anda menjual diri anda, sudah tidak lagi memiliki harga dihadapan Alloh. Hari ini anda mendapatkan nasehat yang mungkin adalah nasehat terbesar dalam hidup anda maka segeralah bertaubat dan memohon ampun sama Alloh. Jangan sampai nyawa merenggut sebelum anda bertaubat".

Setelah mendengar nasehat yai, bunyai cewek akhirnya berbicara walaupun masih sambil terisak.Terimakasih yai atas nasehatnya. Dan berkah dari kejadian ini, mulai saat ini saya bertaubat dan akan berhenti dari pekerjaan laknat ini. Sekali lagi terimakasih, Yai...”

Alhamdulillahhh. Berkah tindakan bijaksana seorang kyai, bisa menyentuh hati seorang pelacur hingga bertaubat.
*************

Seperti itulah derajat manusia (walau seorang pelacur sekalipun) hanya Alloh yang Maha Tahu. Semoga saja dapat istiqomah dalam taubatnya. Aamin.

                                                                  ===ooOOoo===

Waktu terus berjalan,
Belajarlah dari masa lalu,
Bersiaplah tuk masa depan,
Berikanlah yang terbaik untuk hari ini.

No comments:

Post a Comment

Yuk kita saling berkomentar dengan baik dan sopan untuk menumbuhkan ukhuwah dan silaturahmi sesama sahabat blogger. Terima Kasih.